Sabtu, 09 Mei 2009

Ma'rifat tentang - Ku

''Tuhan berkata kepadaku: ''Bertanyalah kepada-Ku'' dan aku bertanya: ''Wahai Tuhan, bagaimana aku dapat bersatu dengan-Mu, sehingga pada hari kiamat Engkau tidak menghukumku atau Engkau palingkan wajah-Mu dari ku ?''
Dan Tuhan menjawab : '' Janganlah engkau ikuti sepenuhnya Sunnah (aturan yang telah ditetap oleh rasul-Ku). Tetapi hendaknya engkau setia dengang perasaan Dzauq mu sesuai dengan ma'rifat yang pernah Aku kurniakan kepadamu. Dan ketahuilah, jika Aku telah memberimu pengetahuan, maka Aku tidak akan menerima sesuatu apapun dari sunnah, kecuali ma'rifat tentang-Ku yang pernah kuberikan kepadamu. Karena engkau pernah mendengar tentang Wacana-Ku. Engkaulah yang terdekat dengan-Ku.
Dan engkau tahu bahwa engkau sangat dekat dengan Ku.
Lagipula engkaupun akan tahu dan melihat bahwa Aku adalah sumber segala sesuatu''.
-----------------------------------------------------------------------------------------------.

Kamis, 16 April 2009

Tidak Menjadi Binatang

Aku ingatkan pada kalian agar tidak menjadi kerdil dan menjadi binatang, atau bahkan lebih rendah dari binatang, kalian harus bisa mencapai tingkat kemanusiaan tertinggi dengan cara meniru sifat-sifat Tuhan yang mulia, dan akhirnya kalian bisa menyatu dengan Tuhan dalam kefanaan. Oleh karenanya kalian perlu menyadari sepenuhnya bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah sebuah permainan belaka, sebuah kehidupan yang tidak kekal dan hanya sementara.
Kehidupan di dunia ini bukanlah kehidupan sejati, kehidupan sejati adalah kehidupan setelah kematian. Dan penyempurnaan kalian bisa dicapai bila kalian berhasil melepaskan diri dari belenggu-belenggu materi duniawi yang sering kali menipu dan menjerat.
Manakala kau mencapai kesempurnaan melalui usaha dalam pendakian-Ku, lalu kau akan berterima kasih pada-Ku secara luar biasa.

Senin, 06 April 2009

Pedang Yang Tidak Pernah Tidur

''Wahai anak Adam, semata-mata Aku memerintahkan padamu (suatu perbuatan) dan melarangmu (dari perbuatan lain) agar engkau meminta pertolongan pada-Ku dan berpegang teguh pada tali-Ku, dan bukan agar engkau berbuat maksiat kepada-Ku dan berpaling dari-Ku sehingga Aku berpaling darimu. Aku tidak memerlukanmu, sedangkan engkau membutuhkan-Ku. Semata-mata Aku ciptakan dunia dan menundukkannya untukmu agar engkau bersiap menemui-Ku dan berbekal dengannya, agar engkau tidak berpaling dari-Ku dan berdiam dibumi. Ketahuilah bahwa kampung akhirat lebih baik bagimu daripada dunia ini. Janganlah engkau memilih selain apa yang Aku pilihkan untukmu. Dan janganlah engkau membenci pertemuan-Ku, karena barang siapa membenci pertemuan-ku, maka Aku benci bertemu dengannya. Barang siapa menyukai pertemuan-Ku, maka Aku suka bertemu dengannya.
Wahai hamba-hamba-Ku, Aku tidak memerintahkanmu dengan sesuatu agar engkau menolong-Ku, dan Aku tidak melarangmu dari sesuatu yang akan membahayakan-Ku jika engkau melakukannya. Akan tetapi, AKu memerintahkanmu semata-mata agar engkau tahu bahwa engkau punya Tuhan.
Dan Aku katakan kepada Bani Israil, Kami cintakan kalian pada akhirat, tetapi kalian tidak mencintainya. Kami zuhudkan pada dunia, tetapi kalian tidak berlaku zuhud. Kami takutkan kalian pada akhirat, tetapi kalian tidak merasa takut. Kami rindukan kalian pada surga, tetapi kalian tidak merindukannya. Kami ratapkan kalian, tetapi kalian tidak menangis. Sampaikan kabar kepada orang-orang seperti itu bahwa Tuhan (menyiapkan) pedang yang tidak pernah tidur, yakni neraka Jahannam''.______________________________________________________

Selasa, 31 Maret 2009

Jeritan Jiwa Dibelantara Ma'rifat

''Tak dapat dikethuinya Esensi Tuhan'', merupakan prinsip dasar dari seluruh aktivitas manusia, karena Esensi Tuhan berada diluar kategori-kategori pengetahuan intelektual.'' Dunia fana, data inderawi yang terbatas, konstruksi logis maupun model relasional dari analogi sukar digunakan untuk memahami Tuhan yang berada diluar pemahaman. Pada kenyataannya, pikiran yang dikembangkan dan dilatih dalam dimensi-dimensi ruang dan waktu tidaklah dapat keluar dari dunia kemakhlukan dan mencapai Esensi Tuhan yang tak dapat diketahui. Melalui kehadiran atau peniadaan diri, atau melalui situasi-situasi ketidakberdayaan manusia, atau dengan mengacu pada ide kehidupan dan kematian manusia, pemahaman manusia tidak dapat mendekati Esensi Tuhan. Pada kenyataannya, manifestasi Tuhan dalam fenomena-fenomana, konstruksi lagis untuk membuktikan--Nya, ide ketidak terbatasan, atau sekedar kekhilafan murni adalah tirai yang menutupi Rahasia Tuhan yang abadi dalam Keesaan-Nya. Tidaklah mungkin menamai-Nya, karena untuk menamai dan dinamai bertentangan dengan Keesaan yang esensial dari Wujud Tuhan. Apa yang setidaknya dapat diketahui oleh pikiran manusia melalui aktivitasnya yang terbatas, tindakan kogninitif atau data-data pengalaman adalah keadaan alienasi antara makhluk dan Khaliqnya. Jurang pemisah terus ada antara yang tak terbatas dan yang terbatas.
''Yang Benar tetap Yang Benar, pencipta sebagai Khaliq, dan segala apa yang termasuk diciptakan tetaplah makhluk. Ini akan tetap selalu demikian................----------------------------------------------------
''Usaha untuk membuktikan Wujud Tuhan mengubah Tuhan menjadi tuhan yang diciptakan''.
''Aku'' personal menyerukan Kebenaran, Yang Esa; dalam Keesaan-Nya, Tuhan - seolah-olah dalam belantara ketidak tahuan. Jadi, aktivitas pengujaran menjadi sebuah peringatan, sebuah pengingat - dan hampir menjadi jeritan jiwa manusia yang teralienasi dari Sang Khaliq yang tak dapat diketahui.___________________________♣__________________________